BAGAIMANA SEANDAINYA BURGMAN STREET 125 DIJUAL DI INDONESIA

andikadiego.net – Jakarta (24/03/2019). Suzuki Burgman Street 125 telah mengaspal di India sana, Burgman Street sendiri diluncurkan di India saat ajang Auto Expo 2018 yang diselenggarakan di New Delhi India. Saat ini Suzuki Burgman Street sendiri menjadi salah satu motor primadona di India sana. Kabarnya disana laris bro, karena modelnya yang tidak biasa.

Di India sana Suzuki Burgman Street dijual dengan harga  Rs 76,480 atau sekitar 14 – 15 jutaan, tapi kalo dijual disini ya harganya ngak segitu, wew harga yang menarik bukan untuk di India sana. Saat ini hanya Suzuki dan Kawasaki yang belum meiliki lineup skutik gambot pahe yang dijual di Indonesia. Lupakanlah Kawasaki karena kemungkinan mereka tidak akan menjual motor kecil atau skutik, mereka hanya berjualan motor besar atau paling kecil sport 175 cc. Suzuki adalah pabrikan Jepang yang bermain dikelas motor kecil seperti halnya Honda dan juga Yamaha. 

Namun Suzuki adalah pabrikan yang belum memiliki lineup motor matik gambot, jangankan berbicara matik gambot lha wong matik 125 cc wae ra nduwe (ngak punya matik 125 cc). Sebenarnya untuk matik 125 cc Suzuki dulu adalah salah satu pelopornya di Indonesia, lewat variant Suzuki Spin, Skywave, Skydrive dan Suzuki Hayate. Namun sayangnya ketika kompetitor mulai bermain dikelas yang sama, Suzuki malah menurunkan kapasitas mesinnya menjadi 113 cc.

Saat ini kompetitor banyak memiliki lineup dikelas motor matik, sebut saja Honda dimana mereka memiliki lineup seperti Honda Beat Pop, Honda Beat, Beat street, Scoopy, Vario series hingga PCX dan jangan lupa Variant tertinggi mereka Honda Forza 250. Lalu Yamaha dengan Yamaha Mio M3, Mio Z, Mio S, Soul GT 125, Fino 125, FreeGo, Lexi, Aerox, Nmax hingga Yamaha Xmax.

Suzuki saat ini hanya memiliki lineup motor matik kecil dikelas 113 cc, apa lagi kalo bukan Suzuki Nex II dan Suzuki Address. Untuk Suzuki Nex II secara penjualan memang lebih baik ketimbang penjualan Suzuki Address, Suzuki Address memang kurang bagus penjualannya untuk lokal. Tetapi Suzuki Address untuk penjualan diluar negri atau eksport jauh lebih baik ketimbang penjualan lokalnya.

Nah saat ini lineup Suzuki Indonesia lebih banyak diisi oleh motor sport seperti Suzuki GSX R150, GSX S150 dan Suzuki Bandit 150. Bebeknya sendiri terdiri dari Suzuki Satria dan Suzuki Smash Shooter 115. Dan sebentar lagi akan lahir satu motor dikelas adventure yang mana akan diberi nama Suzuki DR150. Nah seperti yang kita tau bahwasannya penjualan motor sport saat ini sedang mengalami kejenuhan alias secara market share sedang mengalami penurunan. Karena adanya shifting demand dimana market motor matik yang mengalami kenaikan, terlebih dikelas matik 150 cc. AD adalah salah satu orang yang setia menunggu kehadiran matik 150 Suzuki, yang tak kunjung hadir.

Dan motor sport sepertinya memang terkena dampak dari penjualan motor matik dikelas 150 cc. Matik 150 cc mau ngak mau bisa dibilang market yang sedang booming, yah jujur saja motor matik menawarkan kemudahan serta akomodasi yang tidak didapatkan pada motor sport, terlebih buat mereka yang tinggal diperkotaan yang mana keseharian mereka bertemu dengan kemacetan. Solusinya motor matik yang nyaman, tinggal buka gas tanpa harus bolak balik bermain kopling, maaf banyak kawan AD yang berpindah kemotor matik dari motor sport dengan alasan praktis dan tidak pegel.

Nah apakah Suzuki tidak tertarik dengan matik 150 cc yang saat ini memiliki pasar yang besar, ataukah Suzuki tidak memiliki lineup motor matik 150 cc secara global. Bagaimana dengan Burgman 200 atau UH 200 ?, Suzuki sudah pernah menjualnya, tetapi dengan diimport dari Thailand. Secara penjualan kurang laris karena harganya terlampau tinggi untuk motor 200 cc. Yah dengan bandrol harga sekitar 57 jutaan siapapun mungkin akan lebih melirik Yamaha Xmax dimana Yamaha Xmax telah menggendong mesin 250 cc bahkan mendapatkan fiture Traction Control.

Lalu bbagaimana dengan UH 125 atau burgman 125 cc ?, Burgman 125 jika dijual dengan sistem importpun harga jualnya tidak akan masuk akal, yang ada bakal lebih tinggi dari motor 150 cc kompetitor, yang ada ngak akan memberikan benefit atau keuntungan untuk Suzuki Indonesia, alias rugi bandar. Opsi yang ada adalah Suzuki Burgman Street 125 atau UB 125 dari India. Jika pun dijual disini mau ngak mau merubah sistem suplai bbm dari karburator menjadi injeksi. Saat ini lineup Suzuki global yang masuk akal hanya Burgman Street 125. Namun berapa harganya jika dijual disini, yang pasti bisa 20 jutaan. Beranikah Suzuki Indonesia menjualnya diharga 20 jutaan untuk Burgman Street 125 ?, melawan Yamaha Lexi yang sudah berpendingin cairan dengan VVA ?. Menurut AD Suzuki ngak ada pilihan lain, karena saat ini sepertinya itu adalah pilihan logis yang dapat dilakukan Suzuki.

Suzuki tidak harus melakukan RnD lagi, tinggal merubah dari karburator menjadi injeksi. Tinggal jual, laku apa ngak urusan belakangan, Suzuki Indonesia tinggal ngasih laporan tiap bulan ke Jepang. Berapa banyak yang laku tiap bulannya. Tanpa harus mengeluarkan biaya riset bukan, yah jika pemikirannya seperti itu sah sah saja. Semoga jika benar si Burgman Street 125 masuk sini, mudah mudahan Suzuki Indonesia memperhatikan detail misalkan disektor kaki kaki lah……..ada perubahan atau disesuaikan dengan keinginan, jangan bulet bulet dijual begitu aja. Sukses selalu dah buat Suzuki kedapan.

 

Author: ANDIKADIEGO

1 thought on “BAGAIMANA SEANDAINYA BURGMAN STREET 125 DIJUAL DI INDONESIA

Tinggalkan Balasan