SUZUKI INTRUDER KINI MENJADI 155CC

andikadiego.net – Jakarta (08/04/2019). Pada akhir tahun 2017 lalu, Suzuki India membuat sebuah gebrakan dengan meluncurkan sebuah motor bergaya cruiser dikelas 150cc. Berbasis mesin Suzuki Gixxer 150 dengan design turunan dari motor besar Suzuki Intruder, lahirlah si baby Intruder atau Suzuki Intruder 150. Menggendong mesin 150cc dengan sistem suplai bahan bakar masih menggunakan karburator.

Baru baru ini Suzuki India memberikan update terbaru terhadap motor cruisernya ini, Suzuki India menaikan kapasitas kubikasi mesin untuk si baby Intruder. Kini si baby Intruder ini memiliki kubikasi mesin sebesar 155cc, jika sebelumnya menggunakan mesin 150cc. Dan jika sebelumnya si baby Intruder ini masih menggunakan sistem suplai bahan bakar menggunakan karburator, maka untuk variant teranyar ini Intruder 155 sudah menggunakan sistem suplai bbm menggunakan technology injeksi.

Dengan menggunakan sistem suplai bahan bakar injeksi maka akan memudahkan motor saat dinyalakan dalam keadaan cold-starts, emisi yang lebih bersih, dan respons throttle yang lebih baik. Sistem injeksi Suzuki Intruder ini memiliki 6 enam sensor yang mengukur jumlah bahan bakar optimal yang dibutuhkan untuk pembakaran yang lebih sempurna. Yang pasti Suzuki Intruder 155 ini memiliki tenaga yang lebih besar dan lebih hemat bbm.

Suzuki Intruder 155 ini memiliki kapasitas mesin 154,9 cc, fuel injektion,SOHC berpendingin udara (air cooled) tenaga maksimum yang dapat diraih sebesar 14,8 hp pada 800rpm, dan 14 Nm pada 6.000 rpm. Suzuki Intruder 155fi ini memiliki dilengkapi dengan 5 tingkat kecepatan. Suzuki Intruder 155fi ini sudah dilengkapi dengan sistem pengereman ABS dibagian depannya.

Secara fisik memang tidak ada perbedaan antara Intruder 150 dengan Intruder 155fi, masih sama plek plek-an. Hanya pada kubikasi mesin saja dan juga sistem suplai bahan bakarnya saja yang memiliki perbedaan. Nah jika sudah injeksi, apakah akan di boyong ke Indonesia ?, secara unitnya sendiri sudah pernah diboyong dan dipajang di salah satu event di Jakarta tahun lalu, meskipun yang dipajang adalah masih unit lawas yang belum injeksi. Kan standarisasi di Indonesia kudu injeksi hehehehe.

Author: ANDIKADIEGO

Tinggalkan Balasan