Begini Tips Melakukan Perawatan Mobil Selama Masa PSBB

0
69
views
Begini tips melakukan perawatan mobil selama masa PSBB.

andikadiego.net – Jakarta. Begini tips melakukan perawatan mobil selama masa PSBB. Paska diterapkannya peraturan pemerintah mengenai Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Masyarakat lebih memilih untuk menghabiskan waktunya untuk tetap berada di rumah. Bekerja dari rumah (WFH), anak-anak yang melakukan kegiatan belajar-mengajar juga dilakukan dari rumah.

Otomatis banyak dari pemilik kendaraan khususnya roda empat atau mobil yang terparkir di garasi rumah untuk waktu yang cukup lama.

Baca juga : Suzuki Perpanjang Penghentian Pabrik, Termasuk Kegiatan Eksport

Meskipun begitu, tentunya mobil juga membutuhkan  perawatan yang rutin agar kondisinya tetap prima. Paling tidak mobil harus tetap dipanaskan mesinnya setiap satu minggu sekali. Tapi urusan merawat mobil kesayangan ini bukan hanya sekadar memanaskan mesinnya namun ada juga beberapa hal yang harus di cek oleh pemilik kendaraan minimal beberapa hari sekali.

Berikut ini tips pengecekan ringan mobil kesayangan yang sudah sebulan lebih ini hanya parkir di rumah saja.

  1. Cek kondisi pelumas dan cairan lainnya. Cara paling mudah adalah dengan mengecek kondisi pelumas dan cairan lainnya pada mobil Anda. Misal cek pelumas mesin bisa dengan memantau lewat dipstick, atau melihat tabung cadangan air radiator, air wiper dan juga kondisi ketinggian pada minyak rem. Kalau ada pengurangan atau terlihat berada di bawah indikator normal maka cukup ditambahkan saja. Namun, pengecekan ini harus dilakukan di area yang datar, agar kondisi pelumas sesuai dengan aktual nya.
  2. Cek kondisi kabel di ruang mesin dari gigitan tikus. Mobil yang jarang dipakai harus tetap dilakukan pengecekan secara rutin. Pasalnya, jika dibiarkan berpotensi akan dihuni tikus. Cara identifikasinya cukup mudah, bisa jadi ada banyak kotoran tikus, mungkin juga tulang binatang. Saat membuka kap, ruang mesin yang dihuni tikus akan “beraroma” urine dan kotoran tikus. Maka jalur kabel yang paling utama dicek adalah di area battery/ aki, Karena merupakan sumber kelistrikan utama kendaraan. Untuk mencegah tikus masuk mobil, bersihkan mobil secara rutin dan menggunakan kapur barus.
  3. Cek kondisi kolong mesin. Hal ini dilakukan jika setelah pengecekan yang pertama tadi terjadi pengurangan pada kondisi pelumas dan cairan lain. Cukup dengan melihat pada bagian kolong mobil untuk mengetahui apakah ada kebocoran atau ada area yang basah. Jika terdapat area yang basah maka coba dibersihkan terlebih dahulu. Jika sudah dibersihkan kemudian area tersebut tetap basah ini berarti memang ada bagian yang bocor.
  4. Tambahkan air aki. Meskipun sekarang ini sudah banyak mobil yang menggunakan aki kering sehingga terbebas dari ritual mengisi air aki. Tapi bagi Anda yang masih menggunakan aki basah ada baiknya melakukan pengecekan kondisi air aki. Jika kurang bisa ditambahkan. Lihat juga permukaan terminal aki dan tutup pengisi air aki, kalau ada putih-putih tandanya terjadi pengapuran dan harus segera dibersihkan, biasanya dengan membasuh dengan air panas ke area terminal aki tersebut. Namun terminal aki harus dilepas dulu dari akinya, menghindari korsleting listrik.
  5. Periksa tekanan angin ban.Jika kita parkir mobil terlalu lama, ada potensi tekanan angin ban berkurang serta perubahan bentuk pada ban, karena bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, sehingga bentuk ban tak lagi bundar utuh. Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan.
  6. Periksa panel indikator di dalam kabin. Berikutnya untuk cek kondisi mobil sendiri di rumah juga bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan di dalam kabin, dengan cara melakukan pengecekan pada panel-panel indikator yang terdapat di spidometer. Jika ada masalah pada mobil, biasanya akan ditandai dengan adanya lampu indikator yang menyala. Selain itu, Anda juga bisa mendengarkan suara mesin saat mobil dinyalakan, apakah ada suara yang aneh atau tidak biasa.
  7. Cek kondisi asap knalpot. Setelah melakukan pengecekan indikator di dalam kabin, sebaiknya saat mesin menyala Anda juga melakukan pengecekan pada asap knalpot. Karena kondisi mesin bisa terlihat dari asap knalpot yang dihasilkan. Jika timbul asap warna putih yang cukup pekat, bisa jadi kondisi mesin mobil Anda tidak sehat.

Tips ini setidaknya dilakukan paling tidak setiap 5 hari sekali. Sehingga jika nantinya pandemi Covid-19 ini sudah berakhir, mobil kesayangan akan tetap dapat berfungsi dengan normal dan kondisinya tetap prima.

Kalau takaran pelumas terjadi pengurangan atau terlihat berada di bawah indikator normal maka cukup ditambahkan saja. Namun, pengecekan ini harus dilakukan di area yang datar, agar kondisi pelumas sesuai dengan aktual nya.

Baca juga : Skywave Owners Club Bagikan Masker Untuk Perangi Penyebaran Covid-19

 

Text : andika                    Pict by 1. Mitsubishi 2. andikadiego

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here