Suzuki Address, Tiga Tahun, Menemani Perjalanan Saya

andikadiego.net – Jakarta. Tiga tahun sudah, Suzuki Address Elegant menemani perjalanan AD, kesan kesini, melewati kemacetan Jakarta.

Mengarungi hujan hingga panas, melewati belantara Jakarta, yang katanya kejam hahahaha. Skutik ini terbilang cukup unik, dan cukup jarang di temukan di jalan lho, tidak setiap hari bisa ketemu kembarannya.

Suzuki Address, menggendong mesin 113cc. Dengan kapasitas mesin itu, sudah cukup menurut AD untuk di bawa kesan kesini. Tenaga yang smooth, namun tenaga atasnya emang maknyoss. Banyak yang bilang tarikan bawah skutik ini lemot, namun menurut saya bukan lemot, namun smooth hehehehe.

Jika kalian sudah terbiasa menggunakan skutik lansiran Suzuki, seperti AD yang sejak awal sudah menggunakan skutik Suzuki. Sebut saja Suzuki Spin 125cc, lalu Suzuki Skywave 125cc dan Suzuki Hayate 125cc. Kesemuanya menurut AD memiliki karakteristik yang sama, smooth di bawah, namun maknyoss di tarikan atasnya.

AD mensiasatinya dengan mengganti beberapa part pada bagian CVT Address, seperti roller, AD menggunakan roller milik Suzuki Nex, yang memiliki bobot lebih ringan. lalu untuk canvas kopling matik, AD juga menggunakan milik Suzuki Nex. Sedangkan lainnya, tetap menggunakan milik Suzuki Address.

Alhasil menurut AD, Suzuki Address milik AD kini memiliki tarikan lebih enteng. Dan diakui oleh beberapa kawan yang sudah mencoba Suzuki Address milik AD, menurut mereka Address milik AD terasa lebih ringan saat di gas.

Untuk bahan bakarnya, AD selalu menggunakan pertalite. Yang menurut AD memang pas, sesuai dengan kompresi dari Suzuki Address, yang memiliki kompresi 9:1.

Untuk pelumas, AD menggunakan pelumas Gulf Formula G, yang sudah fully synthetic. Namun belakangan ini, AD menggunakan pelumas brand dalam negri, yaitu Buzz. Untuk AD, pelumas satu ini seperti menemukan kecocokan pada mesin Suzuki Address milik AD.

Apa saja yang telah AD ganti setelah 3 tahun kebersamaan dengan Suzuki Address?

Dari depan, yaitu headlamp Suzuki Address. AD sudah mengganti bohlam skutik satu ini, setelah dua tahun lebih 3 bulan. Bohlamnya sudah menghitam, dan matot alias mati total.

Lalu bohlam belakang, AD sudah menggantinya sebanyak dua kali. Dan untuk yang terakhir ini, bohlam belakangnya awet banget hehehehe, sudah setahun setengah, tapi masih terang.

Sedangkan untuk lampu sein, alias bohlam dari lampu sein. AD sudah pernah mengganti sepasang lampu bohlam belakang, yang tiba tiba mati hahahaha.

Untuk roda belakang, AD telah menggantinya sebanyak 3 kali hingga saat ini. Ban bawaan Suzuki Address menggunakan ban IRC ukuran 90/90 – 14, untuk roda belakang, sedangkan roda depan 80/90 -14. Roda belakang bawaan dari Suzuki Address milik AD bocor, hingga akhirnya AD menggunakan ban dengan brand FDR 90/90. Namun ban tersebut melendung, alias benjol, setelah di gunakan selama kurang lebih 7 bulan.

Lalu AD menggantinya dengan ban Swallow X Blade ukuran 90/90, dan setelah kurang lebih setahun ban mengalami kebocoran, akhirnya AD ganti menggunakan Corsa, yang AD gunakan hingga saat ini.

Ada beberapa hal yang AD soroti dari motor ini, baik itu keunggulan, maupun kekurangannya. Apa saja keunggulan dari motor ini?

Motor ini buat AD irit puoll bro, buat kekantor dari rumah di kebayoran lama, sampe ke kantor di daerah Puri Beta Ciledug. Isi bensin full tank sekitar 30 ribu pertalite, bisa buat 5 – 6 hari wkwkwkwk……itu kalo cuma rumah ke kantor aja PP. Tapi kalo udah kesana kemarih, ya bisa 2 – 3 kali deh seminggu isi bbm.

Riding positionnya buat AD pas, nyaman, untuk postur setinggi 170cm seperti AD, tidak ada kendala. Posisi dengkul aman dari kompartemen dek depan, bahkan aman dari stang saat menikung. Buat boncengan bersama anak, plus istri tercinta plus bawa box givi E20, masih enak, asal anak jangan tidur ajah hahahaha.

Bagasi super luas, bawa barang atau untuk menyimpan helm. Helm half face sejauh ini aman, seperti milik AD Zeus Z-610 atau Z -611 aman di telen sama bagasi. Namun untuk helm full face ngan bisa masuk semua.

Kekurangan motor ini adalah, ground clearance yang menurut AD menghawatirkan. Gasrok terus hahahaha, jangankan untuk boncengan, lhaa sendirian aja bisa gasrok juga. Tidak di lengkapi dengan Side Stand Switch atau, jika standar samping diturunkan, motor otomatis mati. Sayang sekali memang fiture yang ada di Skywave dan Suzuki Hayate harus di hilangkan di motor ini.

Jujur saja untuk lampu standarnya, lampu Suzuki Address kurang terang bro, yah namanya juga lampu standar. Belum menggunakan volt meter, fiture yang sepele namun di butuhkan untuk mengukur kapasitas accu (aki). AD pernah ngalamin motor tiba tiba mati dijalan, ngak ketahuan kenapa, cuma lampu indikator kedap kedip. Dan ternyata accu nya matot. Sama kulit joknya, yang model lama, kulitnya kaku, alhasil kurang nyaman di bokong.

Yah sekedar sharing aja, setelah tiga tahun menggunakan Suzuki Address Elegant, atau sebutan AD quicksilver. I love this scooter. This Not An Ordinary Scooters, This Is Suzuki Address.

Author: ANDIKADIEGO

6 thoughts on “Suzuki Address, Tiga Tahun, Menemani Perjalanan Saya

Tinggalkan Balasan