Suzuki Saluto 125, Antara Keinginan Dan Kenyataan

26
647
views
Photo by CARLINK

andikadiego.net – Jakarta. Suzuki Saluto 125 merupakan salah satu varian skutik yang kehadirannya sangat ditunggu-tunggu oleh penggemar motor matik di Indonesia, terlebih pengguna sekaligus pecinta Suzuki.

Skutik tersebut pertama kali terlihat di ajang World New Car Show 2020 yang berlangsung di Nangang Exhibition Hall Taipei, Taiwan, mulai 26 Desember 2019 – 1 Januari 2020 lalu.

Saluto memang menampilkan model Neo-Retro, penggabungan gaya klasik dengan sentuhan modern, yang sepertinya menjadi tren belakangan ini.

Banyak yang berharap agar PT Suzuki Indonesia Motor (SIM) menghadirkan skutik berdesign Neo-Retro tersebut dapat mengaspal di Indonesia. Suzuki Saluto sendiri baru akan dirilis secara resmi pada bulan Februari 2020 nanti di Taiwan.

SIM sendiri sesungguhnya amat tertarik untuk membawa Suzuki Saluto 125 ke Indonesia, apalagi animonya besar sekali. Tentu saja harus menunggu keputusan dari Kantor Induk Suzuki di Hamamatsu sana, gak bisa begitu aja bror.

Photo by SUPERMOTO8

Sudah pasti yang menjadi pertimbagan adalah bagaimana produk ini akan dijual di Indonesia? apakah dengan sistem Completely Build Up (CBU) dari Taiwan ataukah Completely Knocked Down (CKD), suskur-sukur bisa diproduksi di dalam negri.

Jika dibawa secara CBU, otomatis harga jual di sini bakalan menyentuh harga hingga Rp 30 jutaan, contohnya Kymco Like 150 yang dibawa secara utuh dari Taiwan oleh Kymco Indonesia. Harga jualnya saat ini menyentuh angka Rp 30 jutaan.

Nah dengan angka segitu bagaimana potensi pembeli di sini, yang tadinya antusias kemungkinan akan berfikir dua kali untuk meminangnya. Yang ada Suzuki Indonesia sendiri yang rugi.

Opsi kedua menggunakan sistem CKD, kemungkinan harganya tidak akan terlalu jauh dari opsi CBU, paling tidak di atas Rp 24 jutaan atau bahkan lebih. Bagaimana animonya? Tetap untuk sebagian orang harga segitu masih fikir-fikir, apalagi untuk motor dengan kapasitas mesin 125 cc saja. Suzuki pasti akan berfikir dua kali, pertaruhannya antara rugi atau impas.

Terakhir opsi ketiga ya sukur-sukur diproduksi sendiri di Indonesia, dengan cara ini otomatis harganya pasti dapat ditekan, setidaknya diangka Rp 18 juta-20 jutaan lah. Tapi apa mungkin, secara kuota produk Suzuki Indonesia tidak ada penambahan produk baru. Istilahnya Saluto itu memang diperuntukan bagi pasar Taiwan dan sekitaranya.

Jatah Suzuki Indonesia ya line-up yang ada saat ini, Suzuki GSX 150 series, Suzuki Satria Fi, Suzuki Nex II, Suzuki Address Fi dan Suzuki Smash Fi. Belum lagi GSX 125 series yang juga diproduksi di Indonesia.

Seperti halnya Suzuki India yang jatahnya memproduksi Suzuki Gixxer 150/250 series, Suzuki Burgman Street, Suzuki Access dan beberapa model lainnya.

Jadi sepertinya serba salah nih Suzuki Saluto, yah tinggal nunggu keputusan dari Hamamatsu aja, gimana baiknya. Bahkan bisa jadi, Saluto 125 hanya tinggal angan untuk penggemar Suzuki bahkan bukan hanya pecinta Suzuki, tapi mereka yang ingin agar Suzuki Saluto 125 bisa mengaspal disini.

Photo by SUPERMOTO8

 

 

26 KOMENTAR

  1. skutik baru suzuki buat indonesia mah cuma angan saja….mungkin tahun 2020 ini kalau tdak kunjung membaik divisi r2-nya malah angkat kaki dari sini.

  2. terlepas dari saluto yang cukup baik untuk pasar indonesia,. saya penasaran dengan orang yang terlibat bikin desain Suzuki,. surveynya kemana kq modelnya jadi begitu,. tolong pak lurah,. sampaikan ke pak camat ya,.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here